Tampilkan postingan dengan label Teladan Umat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teladan Umat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Februari 2014

Apa Yang Bisa Kita Perbuat?

Dunia dalam genggaman


Perkembangan teknologi sungguh luar biasa. Perkembangan dunia saat ini sungguh luar biasa. Tanpa bentuk, tanpa wujud, tanpa batas, tanpa sekat apapun, memunculkan sebuah tatanan baru yang luar biasa pula. Dunia baru, dunia modern yang sungguh luar biasa.
Dulu kita hanya mengenal dunia yang serba terbatas, baik lokasi maupun dalam hal informasi. Batas-batas tersebut mudah dikenali secara fisik maupun dalam segi aktifitas. Itulah dunia yang kita kenal dengan dunia tradisional.
Namun baru-baru ini seperti tidak terasa, waktu begitu sangat cepat sekali berlalu. Lahirlah sebuah dunia baru yang tidak lagi dibatasi oleh pagar-pagar administrative geografis. Itulah yang kita kenal sengan sebutan “DUNIA MAYA”. Dunia yang tidak tampak tetapi terasa sangat nyata pengaruhnya. Dunia ini tidak memerlukan ruang untuk menampung apapun. Dunia yang tidak memerlukan kehadiran wujud fisik.
Dengan munculnya fenomena ini, muncul sebuah pertanyaan di benak saya “Apa yang bisa kita perbuat sebagai seorang Muslim menghadapi tantangan yang ada di depan kita ini?”

Minggu, 26 Januari 2014

Siapa Pemimpinya dan Bagaimana Memimpinnya?


Ketahuilah bahwa setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya, Seorang penguasa adalah pemimpin bagi rakyatnya dan bertanggung jawab atas mereka, seorang istri adalah pemimpin di rumah tangga suaminya dan anak-anaknya: dan dia bertanggung jawab atasnya. Seorang hamba sahaya adalah penjaga harga tuannya dan dia bertanggung jawab atas nya. Ketahuilah bahwa setiap kalian adalah pemimpin dan masing-masing mempertanggungjawabkan atas kepemimpinannya” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Umar)
Hadits di atas sudah tidak asing lagi di telinga kita, mengingatkan kepada kita akan sebuah tanggung jawab dari seorang pemimpin atas apa yang dipimpinnya. Setiap orang pada dasarnya adalah pemimpin dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinanya itu. Memberikan penjelasan tentang kepemimpinan secara utuh tidaklah mudah, seringkali beragam atau tidak memiliki definisi tunggal, sehingga tidak dengan mudah untuk digeneralisasi, bahkan semakin menjadi tampak rumit atau kompleks ketika ditarik pada konsep-konsep normatif, yang tidak jarang pula bersifat multitafsir. Karena bisa dikatakan bahwa kepemimpinan tidak lepas dari dasar yang membuatnya sehingga pada akhirnya bersifat relatif dan subjektif. Sehingga munculah pertanyaan Seperti apakah sebenarnya kepemimpinan yang dipandang ideal itu?

Minggu, 19 Januari 2014

SIRAH NABAWIYAH



SIRAH NABAWIYAH
Abul Hasan ‘Ali al-Hasani an-Nadwi
Diterjemahkan oleh Muhammad Halabi Hamdi, S.Ag.,
Istiqomah, S.Ag., dan Adi Fadli, M.Ag.

BAGIAN 2
DARI KELAHIRAN YANG MULIA HINGGA KEBANGKITAN AGUNG

Sejak lahir, Muhammad telah menunjukkan keistimewaan yang luar biasa. Kepedihan sebagai anak yatim telah menempa pribadi Muhammad dan mempersiapkannya untuk menjadi manusia agung dan pionir perubahan di dunia ini. Selama lima tahun, Muhammad hidup terpisah dari sang ibu, Aminah binti Wahb dan tinggal di tengah keluarga Halimah as-Saadiyah. Setelah berumur lima tahun, Halimah dengan berat hati melepas Muhammad dan mengembalikannya kepada sang ibu.